Ir. Srihartati
Supply chain adalah sebuah system yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan, distribusi dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk tersebut. Supply chain didalamnya termasuk seluruh proses dan kegiatan yang terlibat didalamnya penyampaian produk tersebut sampai ketangan pemakai (konsumen). Semua itu termasuk proses produksi pada manufaktur, system transportasi yang menggerakkan produk dari manufaktur sampai ke outlet retailer, gudang tempat penyimpanan produk tersebut, pusat distribusi tempat dimana pengiriman dalam partai besar dibagi kedalam partai kecil untuk dikirim kembali ke toko-toko dan akhirnya sampai ke retailer yang menjual produk-produk tersebut.
Tujuan dari supply chain adalah untuk memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan. Sebuah operasi yang effisien dari supply chain tergantung pada lengkap dan akuratnya aliran data yang berhubungan dengan produk yang diminta dari retailier kepada buyer, system transportasi dan kembali ke manufaktur.
Dalam rangka memenuhi stock barang yang tersedia untuk retailer, manufaktur harus menentukan jumlah produk yang diproduksi pada waktu tertentu. Dengan demikian berarti manufaktur harus meramalkan/membuat perkiraan jumlah penjualan. Dalam hal ini yang terbaik dilakukan adalah bersama-sama dengan retailer menggunakan suatu tolak ukur seperti misalnya CPFR (Callaborative Planning Forecasting and Replenishment). Ramalan ini digunakan untuk memperkirakan jumlah dan jenis bahan mentah yang harus dibeli, pengapalan dan waktu pengiriman untuk bahan mentah tersebut dan waktu yang dibutuhkan untuk proses di manufaktur. Kemudian barangyang sudah jadi disimpan didalam gudang sampai disorder oleh distributor.
Distributor membeli produk dari manufaktur dalam jumlah yang besar dan mungkin barang tersebut dimuat dalam truck, pallet atau kemasan lain dari produk tersebut. Pada saat distributor menerima pengiriman, kemudian dipecah menjadi pengiriman yang lebih kecil untuk dikirim ke retailer.
Komponen Manajemen :
Lima prinsip dasar yang menjadi bagian penting pada manjemen supply chain adalah :
* Planing / perencanaan
* Sourcing / Sumber barang
* Manufacturing
* Pengiriman
* Pengembalian
Sebagai kesimpulan, keseluruhan sasaran dari supply chain adalah untuk menyakinkan produk yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat. Semua itu dikenal sebagai 3 P’s dri supplychain.
3 P’s supply chain adalah :
- Product / produk
- Price / harga
- Place / tempat.
Tujuan dari manajemen supply chain adalah untuk menjamin kesatuan gerak dari jumlah dan kualitas yang memadai pada persediaan yang meliputi banyak hal seperti perencanaan dan komunikasi. Lebih sederhana lagi dapat diartikan bahwa tujuan dari management supply chain adalah untuk memastikan seluruh item barang berada pada tempat dan waktu yang tepat agar dapat memberikan keuntungan yang terbaik dan service kepada customer.
Keuntungan dari manajemen supply chain yang effektif adalah untuk mendapatkan kecepatan yang maksimal pada baranga dan jasa bergerak melalui jalur supply sementara itu terjadi penurunan biaya dan peningkatan nilai tambah untuk service ke custumer.
Faktor-faktor yang mendorong manajemen supply chain :
* Manufacturer : memastikan biaya produksi yang lebih rendah.
* Customer : pengiriman produk yang lebih cepat memenuhi permintaan yang berubah-ubah.
Pada saat ini supply chain didorong oleh operasi pada manufaktur untuk memastikan biaya produksi yang lebih rendah. Dorongan customer terhadap lingkungan keduanya baik itu manufaktur dan supply chain dimana pengiriman produk harus lebih cepat untuk menjain retailer dapat memenuhi permintaan pasar yang selalu berubah dengan cepat. Untuk beberapa tahun yang lalu, kualitas yang tinggi dari produk manufaktur selalu merupakan keharusan dalam persaingan. Bagaimanapun, selagi kualitas produk ditingkatkan, memenuhi permintaan khusus konsumen untuk pengiriman produk telah menjadi hal yang sangat penting untuk persaingan yang akan dating. Ukuran sebuah perusahaan yang sukses dilihat dari sebaik apa mereka mengetahui lebih dahulu kebutuhan pasar.
Ekonomi global saat ini, manufaktur, supplier, distributor, supplier logistic, operator pergudangan dan retailer harus melihat pangsa pasar mereka dari sudut pandang yang besar dan bukan sesederhana dalam sudut pandang mereka sendiri.
Manajemen makro memberikan gambaran untuk hubungan bisnis internal dan eksternal. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dari sebuah organisasi bersama dengan seluruh factor yang dapat diandalkan untuk membawa sebuah produk mulai dari bahan mentah sampai ketitik akhir penjualan.
Sejak tidak adanya pengawasan sungguh-sungguh terhadap seluruh aspek dari supply chain itu sendiri, sangat penting sekali bahwa seluruh mitra didalam supply chain mengkoordinasi usaha mereka untuk merendahkan biaya dengan tugas mereka masing-masing. Semua ini membutuhkan usaha kerjasama dari seluruh mitra yang berhubungan untuk berbagi data dan pengawasan pada biaya.
Dalam menerapkan manajemen makro pada supply chain, sekumpulan tolak ukur harus dibangun untuk mengukur efisiensi dari masing-masing operasi didalam supply chain.
Pada saat diidentifikasi, tolak ukur ini menjadi standar yang ditentukan oleh seluruh mitra didalam supply chain. Informasi yang berkaitan dengan tolak ukur tersebut harus :
- Terbuka- Dimengerti
- Bertindak untuk supply chain
Sumber : EAN/International/Supplychain media















![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar